Civilization One – The World Is Not As You Thought It Was

Judul       : Civilization One – The World Is Not As You Thought It Was

Penulis    : Christopher Knight, Alan Butler.

Penerbit : Watkins Publishing

Tahun      : 2005

Apakah ada peradaban yang sangat maju pada jaman prasejarah? Jika tidak, bagaimana mungkin manusia pada masa Stone Age di Inggris memiliki sistem pengukuran (metrologi) yang sangat lengkap berdasarkan pemahaman sangat mendalam terhadap sistem tata surya?

Alexander Thom (1894 – 1985) seorang profesor Teknik Sipil di Oxford University (Thom Building di Oxford University diambil dari nama Alexander Thom).  Ketertarikan masa kecil pada monumen-monumen Megalitikum membuat Thom melakukan penelitan mendalam (dari sisi teknik) terhadap monumen-monumen tersebut selama 30 tahun. Thom meneliti tidak kurang dari 600 situs Megalitikum dari Scotland sampai ke wilayah barat Perancis.

Thom mendapatkan hasil yang mengejutkan dan ia sendiri tidak bisa menjelaskannya. Hasil penelitiannya menjukkan bahwa situs-situs Megalitikum tidak dibangun dengan cara yang sederhana tetapi melibatkan perhitungan dan ketepatan yang sangat tinggi. Thom akhirnya maju dengan proposal tentang satuan pengukuran yang disebut Megalithic Yard, satuan pengukuran yang digunakan para pembangun situs-situs Megalitikum. Propsal ini mendapat banyak tentangan dari para arkeologis konservatif, bahkan ada yang mengatakan “Thom melakukan penelitian tentang hal yang tidak ia pahami dan mendapatkan bukti-bukti yang salah.”

Jika Thom melakukan penelitian tentang kebudayaan Megalitikum atau tentang berapa usia situs-situs tersebut maka Thom memang melakukan penelitian dibidang yang ia tidak pahami. Sebaliknya Thom meneliti tentang konstruksi situs-situs tersebut yang memang merupakan bagian dari keahliannya sebagi seorang profesor teknik sipil.

Apa yang membuat Megalithic Yard mendapat tentangan yang begitu kuat – bahkan hingga saat ini?

Prof. J. Walter Graham dari Princeton University menemukan bahwa desain dan konstruksi istana di pulau Kreta (+/- 2000 SM) dibangun menggunakan satuan panjang yang disebut “Minoan Foot” yang kira-kira sepanjang 30,36 cm. Penemuan ini tidak mendapatkan tentangan karena hanya berhenti sampai pada kisaran 30,36 cm, berbeda dengan Megalithic Yard (MY) yang memiliki ketepatan sangat tinggi. Prof. Thom mendapatkan hasil yang fantastis, 1 MY = 82,96656 cm (sesatan +/- 0,061 cm). Bagaimana mungkin manusia pada masa Stone Age bisa memiliki satuan ukuran dengan ketepatan yang luar biasa tersebut? Apakah hasil penelitian Profesor Thom benar dan sah?

Saya tidak ingin menjawabnya karena akan mengurangi kenikmatan membaca buku ini.

Chapter 2 : The Turning Earth, Paragraph 1 page 25:

“Does it really matter if  Professor Thom was right about Neolithic Builder having used the finely-defined standard unit of length that he called the Megalithic Yard? Yes – it matters a great deal. If he was wrong, the subject of statistics needs a fundamental reappraisal; but if his finding were reliable, the subject of archaeology needs equally careful reassessment. Further – if Thom was right, the development of human civilization may have to be rewritten! We wanted to know, one way or the other: were Alexander Thom’s findings real?”

Selamat membaca dan menemukan fakta-fakta yang tak terduga dalam buku ini.

PS: Dulu beli buku ini di Gramedia, entah sekarang masih ada atau tidak. Saya masih mencari sumber online  supaya bisa berbagi.

Virtonomics?

Judul diatas adalah pertanyaan yang terlintas dalam benak saya ketika melihat sebaris tautan di profil seorang teman. Penasaran dan iseng, saya coba ikuti kemana link tersebut akan membawa saya.

Klik Kanan (open link in new tab) dan ….

Sebuah browser game berjudul Virtonomics. Saya habiskan waktu sejenak untuk membaca info yang tersaji. Hmm sebuah game simulasi bisnis yang diprogram untuk meniru kenyataan, semirip mungkin. Menarik…tapi belum cukup untuk membuat saya memasuki dunia virtonomics. Saya menjelajah ke beberapa halaman lainnya dan menemukan hal yang menarik. Partnership Programme dan In-Game Advertising. Ternyata virtonomics menawarkan imbal balik berupa dolar nyata bagi pemain yang menjadi rekanan.

In-Game Advertising juga hal yang menarik perhatian saya. Pemain bisa membeli spot iklan (berdasarkan tampilan) untuk bisnisnya (di dalam game atau di dunia nyata, tinggal pilih). Merasa penasaran dengan game asal Rusia ini, akhirnya sayapun meng-klik Sign-up.

Beberapa waktu kemudian akhirnya Tengkulak dunia maya siap bersaing dengan para pemain lainnya. Lalu ada pilihan, apakah akan membangun usaha dari awal atau melanjutkan usaha dari paman yang sudah meninggal (gift dari paman, ada beberapa pilihan jenis). Hmmm…, saya berpikir sejenak. Yup, akan saya lanjutkan usaha paman saja. Pilihan yang saya ambil adalah Jewellery Industry. Modal awal 1.000.000 USD, 1 buah Office, 1 buah Laboratory, 1 buah Store, 1 buah Jewellery Factory dan 1 buah Lapidary Factory. Kereen…, baru mulai sudah punya banyak subdivisi dan usaha perhiasan pula (harga jualnya selangit).

Siap mulai usaha maya.

Next on Virtonomics:  Pilih apa ya? Kok kaya gini? Aduuh rugi gede :(

Skrinsut dari Virtonomics

eRepublik Indonesia

Republik eIndonesia

eRepublik Indonesia?

Yup, nama sebuah bangsa besar yang disegani dan ditakuti kawan maupun lawan. eRepublik Indonesia adalah nama resmi untuk Indonesia dalam sebuah online browser game bertajuk eRepublik. Kisah perjuangan eIndonesia menjadi salah satu negara adidaya di eDunia dikemas rapi dan apik dalam sebuah novel oleh Wonder Forward yang berjudul “Ketika Indonesia Menaklukkan Dunia”. Novel ini menjadi semacam bacaan wajib bagi eRepers Indonesia. Menurutku sangat menginspirasi bagi kehidupan RL (Real Life).

Oke, kembali ke topik awal. eRepublik Indonesia adalah sebuah eNegara yang lengkap dengan perangkatnya, seperti Presiden, DPR (Congress), Kementerian, dll. Kehidupan di dunia eRepublik tidak hanya berkutat pada masalah politik dan militer, ada juga masalah ekonomi, budaya, dll.

Yang menarik dari game ini adalah setiap pemain bisa menjadi apa yang ia cita-citakan sejak kecil, yaitu Presiden. Jika tidak tertarik pada masalah politik, seorang eReper bisa menjadi tentara, jurnalis, pengusaha, ekonom, pengajar, bahkan provokator.

Kekuatan dari game ini terletak pada interaksi antar pemain (eRepublik adalah jenis MMO Social Strategy Game). Nubi tidak perlu takut diserang oleh pemain lain yang memiliki strength dan gold dalam jumlah besar karena yang berperang adalah antar negara dan damage yang dihasilkan merupakan akumulasi dari damage yang dihasilkan semua pemain yang ikut turun bertempur. Dinamika game ini sebagian besar berada di IRC dimana semua lobi, order, bahkan pembicaraan tidak penting terjadi.

Komunitas eRepers seringkali mengadakan gath di berbagai wilayah dan GathNas. Komunitas eRepers dikenal dengan berbagai nama seperti Joglosemar untuk yang berdomisili di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, Erep Nyunda untuk komunitas dari Bandung, dll.

Komunitas eRepers terdiri dari berbagai macam individu dengan berbagai profesi. Sebutlah eAdam Indonesia, isnuwardana, dalam kehidupan sehari-hari beliau berprofesi sebagai dokter di Kalimantan. Keragaman latar belakang membuat interaksi di eRepublik menarik, ada banyak eRepers yang bisa diajak bertukar pikiran dan bekerja sama dalam kehidupan nyata.

Partai Kami Sama (PKS) adalah partai yang memfasilitasi keragaman latar belakang anggota komunitas eReprs. Community Development Center (CDC) PKS membangun beberapa fasilitas pendukung komunitas seperti:

1. #komunitas-sehat.

     Room khusus untuk konsultasi kesehatan gratis ini lengkap dengan 3 room konsul dan 1 room rapat. eRepers bisa berkonsultasi dengan para dokter, perawat, dokter gigi, dan psikolog untuk berbagai masalah kesehatan dan psikologi yang dialami oleh eRepers, keluarga, dan sahabat.

2. #ebimbel dan #laper (laskar pelajar).

   #ebimbel dan #laper didesain untuk membantu eRepers yang masih duduk di bangku sekolah dalam memperdalam pelajaran yang kurang dikuasai.

3. #the-ceo.

    Pengembangan CDC PKS yang terbaru adalah #the-ceo. Tempat membahas berbagai macam masalah bisnis RL dan tempat untuk menambah jaringan. #the-ceo berupaya mengadakan seminar bisnis setiap senin malam.

Banyak kesenangan dan hal baru yang bisa didapat, kalau penasaran klik aja link ini : www.erepublik.com.

Maaf kalau tidak bisa menggambar semua hal dalam tulisan singkat ini namun akan saya tulis posting lain yang berkaitan dengan eRepublik secara lebih rinci.

Artikel eRepublik yang menarik.

1. [Griffin's Messenger] Kekuatan Militer eIndonesia : Dulu dan Sekarang (silentrazgriz)

2. [Novel] Bacaan Wajib Nubi & Oldbi !! (Muzakkar)

3. Misteri dibalik 7 Presiden eIndonesia (Kandon)

4. [BIOGRAFI] Isnuwardana : eIndonesia Adam (regen)

Tutorial IRC

Novel eRepublik oleh Nafta S. Meika a.k.a Wonder Forward

Intro

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Setelah sekian lama libur ngeblog (dulu ngeblog tapi gak serius), akhirnya sekarang kuputuskan untuk sedikit serius ngeblog (dalam hati masih gak tau apakah akhirnya akan jadi serius atau kaya dulu lagi).

Dulu sih blog ini isinya artikel Manajemen Krisis tapi sekarang mau ubah wajah. Ada banyak ide yang mau ditulis dan dibagi tapi mungkin susah untuk rutin, soalnya modem dah lemah jadi harus meluangkan waktu untuk ke warnet hehehehe….

Langsung aja, kalau ada saran atau ide boleh disampaikan. Kritik juga boleh asal ada solusinya, jangan asal kritik tanpa solusi.

Semoga tulisan-tulisanku bisa bermanfaat dan menghibur. :)

Terima Kasih.

ps : Mohon maaf sebelumnya kalau aku bermasalah dengan bahasa yang mungkin kurang nyaman buat dibaca (gak biasa basa-basi).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.